Home Lifestyle 10 Ilmuwan Islam Serta Penemuannya yang Berpengaruh Terhadap Ilmu Pengetahuan Sampai Sekarang

Ilmuwan Islam | www.barjeelartfoundation.org

Cendekiawan Muslim Paling Berpengaruh

Ilmuwan Islam banyak memberi kontribusi terhadap berbagai ilmu pengetahuan yang terus berkembang sampai sekarang. Jauh sebelum ada segelintir penganutnya yang mudah melabeli sesuatu dengan ‘Islami’ dan ‘tidak Islami’, Masyarakat Islam pernah merasakan kejayaan pada era 780 -1258 Masehi. Saat itu, bermunculan banyak ilmuwan muslim yang begitu terbuka terhadap segala sesuatu, yang memilih mempelajari ketimbang menghakimi dengan ketidaktahuan dan kesombongan.

Pada masa itu, masjid bukan hanya menjadi tempat beribadah dan berdakwah, tapi juga difungsikan sebagai pusat kajian berbagai ilmu pengetahuan. Jauh berbeda dengan sekarang, banyak masjid justru menutup diri dari kegiatan yang dianggap tidak agamais. Padahal Islam begitu meninggikan ilmu pengetahuan. Umat muslim diminta untuk terus belajar ilmu yang bermanfaat sejauh-jauhnya dan selama-lamanya agar semakin banyak bekal perjalanan di kehidupan selanjutnya.

Daftar Ilmuwan Muslim dan Penemuannya

Melihat beberapa fakta tersebut, tentu tidak heran di masa itu bermunculan banyak sekali ilmuwan dari kalangan muslim. Para ilmuwan itu pula yang membantu menjadikan Islam sebagai agama yang mudah diterima hingga menjadi salah satu agama dengan jumlah penganut terbanyak di dunia. Sambil mengenang masa kejayaan Islam, berikut ini 10 tokoh ilmuwan Islam beserta penemuannya yang sangat berpengaruh terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dunia.

1.

Jabir Ibn Hayyan (721 – 815)

Jabir Ibn Hayyan (721 – 815) | www.kompasiana.com

Dikenal sebagai the Father of Modern Chemitry atau Bapak Kimia Modern, Jabir Ibn Hayyan memang seorang ilmuwan Islam yang ahli di bidang kimia, farmasi, dan fisika. Temuannya saat itu berhasil mengubah cara pandang banyak orang yang menganggap kejadian alam bergerak bebas atau tidak dapat diprediksi

Penemuan Jabir Ibn Hayyan di bidang kimia pun dijadikan dasar bagi perkembangan ilmu kimia modern. Misalnya, proses pembuatan besi dan logam merupakan aplikasi dari ilmu kimia yang berhasil dipelajari oleh Jabir Ibn Hayyan. Jadi tidak berlebihan jika Ia menerima gelar terhormat, Bapak Kimia Modern.

2.

Al-Khawarizmi (780 – 850)

Al-Khawarizmi (780 – 850) | ceknricek.com

Salah satu ilmuwan muslim dan penemuannya yang sangat berpengaruh terhadap kehidupan manusia modern adalah Al-Khawarizmi. Ilmuwan bernama lengkap Muhammad Ibn Musa Al-Khawarizmi ini lahir di Khwarezmia, Uzbekiztan pada tahun 780 Masehi. Semasa hidupnya, Ia berkontribusi besar di bidang ilmu matematika, astronomi, dan geografi.

Selain itu, Al-Khawarizmi juga seorang ahli di bidang geometri, aritmatika, sejarah islam, filsafat, kimia, dan musik. Ia cukup berperan penting dalam memperkenalkan Aljabar dan hisab kepada masyarakat. Penemuan terbesarnya adalah penggunaan Secans dan Tangen dalam penyelidikan trigonometri dan astronomi. Ia meninggal di Baghdad pada tahun 850.

3.

Thabit Ibn Qurra (826 – 901)

Thabit Ibn Qurra (826 – 901) | blog.pks.id

Bila kamu seorang mahasiswa ilmu statistika, mungkin ada baiknya kamu mempelajari biografi ilmuwan Islam bernama Thabit Ibn Qurra. Ilmuwan yang berasal dari Arab ini lahir pada tahun 826 Masehi. Ia merupakan seorang ahli Matematika dan ahli statistika.

Ia adalah ilmuwan pertama yang memperkenalkan sistem geosentrik ptolemy. Ia pun seorang penemu konsep statistika. Penemuan-penemuannya tersebut hingga kini masih terus dipelajari dan dikembangkan di seluruh dunia.

4.

Ibn Sina (980 – 1037)

Ibn Sina (980 – 1037) | muslim.okezone.com

Abu Ali al-Huseyn bin Abdullah bin Hasan Ali bin Sina atau yang lebih dikenal dengan nama Ibn Sina merupakan ilmuwan Islam yang memiliki jasa besar di bidang kedokteran. Hasil penelitiannya diabadikan oleh sejarah ilmu kedokteran dunia. Sebagai seorang pelajar sejati, Ibn Sina tidak hanya mempelajari ilmu kedokteran saja, Ia pun belajar ilmu matematika dan teologi.

Di dunia kedokteran, namanya begitu tersohor. Banyak penemuannya yang masih digunakan hingga saat ini, salah satunya ialah metode mengobati orang sakit dengan cara disuntik. Meskipun telah wafat pada tahun 1037 di Hamdzan, Persia, namun peninggalan Ibn Sina bagi dunia ilmu pengetahuan masih terus dipelajari dan dikembangkan hingga saat ini oleh para ilmuwan dunia.

5.

Abu Al-Qasim Al-Zahrawi (936 – 1013)

Abu Al-Qasim Al-Zahrawi (936 – 1013) | wartakota.tribunnews.com

Salah satu tokoh ilmuwan Islam yang disebut paling jenius di zamannya adalah Abu al-Qasim Al-Zahrawi. Ia merupakan seorang ilmuwan yang berhasil memperkenalkan dasar-dasar ilmu bedah modern. Begitu penting ilmu yang ditemukannya, saat ini karya dan pemikirannya masuk ke dalam kurikulum pendidikan kedokteran di berbagai negara di Eropa.

Al-Zahrawi merupakan ilmuwan keturunan Arab yang memilih tinggal di Spanyol. Sejak muda, Al-zahrawi memang sudah terlihat tertarik mempelajari banyak hal khususnya yang terkait dengan dunia kedokteran. Hasilnya, ia menjadi seorang ilmuwan besar yang diakui di dunia.

6.

Ibnu Haitham (965 – 1040)

Ibnu Haitham (965 – 1040) | reportasenews.com

Jika kamu termasuk orang yang tertarik dengan dunia optik, maka kamu perlu mengenal seorang ilmuwan Islam bernama Ibnu Haitham. Ia merupakan ilmuwan asal Irak yang ahli di bidang matematika. Berkat kegigihannya mempelajari bidang optik, ia pun diberi gelar Bapak Optik Modern.

Ibnu Haitam berhasil mempelajari dan membedah konsep cahaya yang sangat penting bagi perkembangan ilmu optik. Hingga kini, penemuannya dijadikan dasar bagi ilmu optik dan masih terus dipelajari sampai sekarang.

7.

Umar Khayyam (1048 – 1131)

Umar Khayyam (1048 – 1131) | www.boombastis.com

Astronomi memang menjadi salah satu ilmu yang paling banyak dipelajari khususnya di era pertengahan. Salah satu ilmuwan muslim yang memiliki peran penting dalam bidang ilmu ini ialah Umar Khayyam. Ilmuwan asal Irak ini berhasil mengoreksi kalender Persia yang digunakan saat itu. Ia pun berhasil menghitung panjang tahun matahari secara tepat.

Selain seorang ilmuwan astronomi, Umar Khayyam juga dikenal sebagai seorang penulis syair. Karya-karyanya melegenda dan masih dibaca hingga saat ini. Keindahan kata-katanya serta kedalaman pemikiran yang dituangkannya membuat ia dinobatkan sebagai salah satu penyair besar di zamannya.

8.

Ibnu al-Baithar (1197 – 1248)

Ibnu al-Baithar (1197 – 1248) | id.pinterest.com

Ibnu al-Baithar merupakan ilmuwan yang fokus mempelajari ilmu-ilmu kedokteran dan botani. Ia memiliki jasa yang sangat penting bagi bidang kedokteran modern yakni berhasil mencatat secara sistematis berbagai penemuan di bidang kedokteran pada abad pertengahan.

Atas jasanya tersebut, perkembangan ilmu kedokteran modern menjadi lebih baik. Itu juga sebabnya, nama Ibnu al-Baithar masih sering dirujuk hingga saat ini terutama bagi para pelajar ilmu kedokteran.

9.

Ibnu al-Nafis (1213 – 1288)

Ibnu al-Nafis (1213 – 1288) | tirto.id

Ketika membahas mengenai biografi ilmuwan Islam, tidak lengkap rasanya jika tidak menyebut nama Ibnu al-Nafis. Ia merupakan seorang ilmuwan di bidang kedokteran yang dijuluki Bapak Fisiologi Sirkulasi berkat keberhasilannya dalam mempelajari dan merumuskan dasar-dasar sirkulasi paru-paru, jantung, dan kapiler pada abad 13 masehi.

Lahir di Damaskus alias Suriah pada tahun 1213 dan wafat di Mesir pada tahun 1288, Ibnu al-Nafis tidak hanya dikenal sebagai ilmuwan bidang kedokteran. Jasanya pun diakui saat Ia berhasil memperkenalkan sebuah klasifikasi ilmu hadits yang lebih logis dibanding sebelumnya.

10.

Ibnu Khaldun (1332 – 1406)

Ibnu Khaldun (1332 – 1406) | majalahdrise.com

Ibnu Khaldun, lahir di Tunisia pada 1 Ramadan 732 H atau 27 Mei 1332 Masehi dengan nama lengkap Waliuddin Abdurrahman bin Muhammad bin Muhammad bin Abu Bakar Muhammad bin al-Hasan. Ia merupakan seorang ilmuwan muslim dan penemuannya di bidang ilmu sosial masih sangat berpengaruh hingga saat ini.

Sejak masih kecil, Ibnu Khaldun memang dikenal rajin dan tekun dalam belajar. Ia sudah hafal Al-Quran sejak usianya masih sangat muda. Jadi wajar saja ketika beranjak dewasa ia bisa mempelajari dan melahirkan pemikiran besar dan penting terkait sosiologi islam dan sejarah. Hingga kini, buah pikirnya terkait sosiologi Islam masih terus dipelajari dan dikembangkan oleh para sosiolog.

Ilmuwan Islam memang kerap dilupakan, bahkan oleh sesama muslim. Namun, manfaat yang diberikannya akan terus mengalir bersama sungai waktu kehidupan manusia. Islam dan ilmu pengetahuan bukanlah dua hal yang terpisah. Bagi mereka para ilmuwan muslim, segala sesuatu yang ada di dunia ini berasal dari Tuhan, segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah ‘Islam’, maka tidak ada alasan untuk tidak mempelajari satu hal pun yang ada di dunia.