Dalam al-Qur’an, ada surat al-Munafiqun. Tapi, surat ini tak menyebut daftar nama orang-orang munafik. Nabi SAW mengetahui nama-nama orang munafik itu dari Malaikat Jibril.

Nabi SAW tak mengumumkan nama-nama orang munafik itu ke publik. Beliau menyampaikannya hanya kepada Hudzaifah ibn al-Yaman. Dan Nabi meminta Hudzaifah agar tak membocorkan nama-nama itu kepada siapapun, sampai kapan pun.

Alkisah, suatu waktu Khalifah Umar ibn al-Khattab meminta bocoran nama-nama itu. Tapi, Hudzaifah bungkam, tak bergeming. Hingga meninggal dunia, Hudzaifah tak pernah bercerita. Itu sebabnya, Hudzaifah disebut sebagai Sang Penyimpan Rahasia Nabi.

Nabi SAW ingin mengajari kita, agar menghukumi orang lain dari lahirnya saja. Nabi SAW bersabda, “saya diutus bukan untuk menggeledah hati seseorang”. Jika seseorang bersyahadat apalagi shalat, maka dia adalah muslim. Maka, shalatilah jika kelak dia meninggal dunia.