Ketika Imam Fakhruddin Ar-Razi Disangkal Nenek Tua

Suatu hari, imamnya para imam, ahli tafsir Alquran, dan ilmuwan usul fikih ternama, Imam Fakhruddin Ar-Razi berjalan bersama murid-muridnya yang jumlahnya sangat banyak.

Murid-murid beliau mengawal di kanan-kiri beliau sembari berjalan menyusuri kota. Saat tengah asyik berjalan di pasar, tiba-tiba seorang nenek tua bertanya kepada salah satu murid beliau:

“Siapa yang kau kawal itu?”

“Ini ulama besar. Imam Fakhruddin Ar-Razi. Seorang ahli logika dan ilmu kalam. Beliau bisa membuktikan keberadaan Tuhan melalui seribu premis (dalil),” murid ar-Razi menjawab.

Mendengar hal itu, nenek itu terkekeh dan berkata:

“Tidak mungkin dia bisa menguasai seribu bukti keberadaan Tuhan, kecuali dia pernah mengalami seribu keraguan tentang Tuhan.”

Imam ar-Razi yang sempat mendengar hal ini pun menghentikan langkahnya mengangan-angan ucapan nenek tua ini. Lalu setelah kejadian ini, murid-murid beliau berkata bahwa Imam Razi selalu berdoa:

اللهم اجعل إيماننا كإيمان العجوز

“Ya Allah jadikanlah imanku seperti iman nenek itu.”

***

Memang benar, soal keimanan kita tidak perlu meniru intelektual ternama. Soal keimanan kita hanya perlu meniru orang kecil.

( Sumber : Ceramah Syekh Muhammad bin Abdurrahman al-Arifi. Keterangan soal seribu dalil juga ditemukan dalam Ibnu Hajar: Lisanul Mizan )