Mongol merupakan kelompok etnis terbanyak yang berada di dataran Mongolia, Tiongkok, dan Rusia. Kekaisaran Mongol pada masanya menjadi salah satu kekaisaran terbesar dalam sejarah.

Terdapat salah satu tokoh Islam yang disebut merupakan penguasa Mongol yang pertama kali masuk Islam. Adalah Berke Khan, cucu dari Jengis Khan yang merupakan pendiri kerajaan Mongol sekaligus panglima perang yang terkenal kejam dari Jochi.

Setelah Jengis Khan meninggal, wilayah yang berada di bawah kekuasaan Mongol dibagi kepada empat anaknya yakni Jochi, Jaghatai, Ogodei, dan Tuloi, serta kepada saudara Jengis Khan.

Sementara putra dari Jochi bernama Batu mendapatkan wilayah yang dikenal dengan Golden Horce, yang mencangkup Rusia, Polandia, dan Hunggaria. Setelah Batu meninggal, kepemimpinan Golden Horde dialihkan ke tangan anak-anaknya, sebelum kemudian Berke mengambil alih kepemimpinan pada 1257.

Berke Khan dikenal sebagai pangeran yang cukup populer di Kekaisaran Mongol yang merupakan seorang Muslim. Tidak diketahui bagaimana waktu persis Berke memutuskan masuk Islam, akan tetapi beberapa sumber menyebutkan bahwa ia dididik secara Islam sejak kecil.

Sumber lain mengatakan bahwa pengaruh Islam dibawa dari seorang sufi dari Khawarizm bernama Saifuddin. Pada tahun 1251, saat prosesi pengangkatan Mongke (anak dari Tolui) sebagai Great Khan, Berke memeritakan untuk menyembelih hewan secara Islam.

Saat sedang berada di kota Saray-Jük, Berke Khan bertemu dengan para pengembara yang datang dari kota Bukhara. Ia kemudian menanyai mereka tentang iman yang kemudian diyakinkan untuk memeluk Islam oleh seseorang bernama Sufi Syeikh.

Selain itu, Berke Khan juga mengajak saudara laki-lakinya yang bernama Tukh Timur untuk masuk Islam. Hal ini menjadi salah satu momen penting tentang Berke Khan yang menjadi orang pertama yang menerima Islam.

Terdapat salah satu momen dalam sejarah peradaban Islam yang berkaitan dengan Kekaisaran Mongol. Keponakan Berke Khan yang bernama Hulagu memberangkatkan 100.000 pasukan pada tahun 1256 untuk menggabungkan daerah dari Persia ke Mesir ke dalam Kekaisaran Mongol.

Hulagu pun disibukkan dengan urusan memperluas wilayah hingga ke Iraq dan wilayah Muslim lain. Ia memiliki ambisi yang kuat untuk menghabisi riwayat khalifah dunia Islam yang dipegang oleh al-Musta’sim pada tahun 1258. Hal ini kemudian menjadikan konflik terbuka antara Hulagu dan Berke.

Berke meninggal pada tahun 1266tanpa meninggalkan keturunan laki-laki. Posisinya pun digantikan oleh keturunan dari Batu yang lain.

Meski demikian, peranan Berke sebagai khan di Golden Horede merupakan momentum kemunculan Islam di Kekaisaran Mongol.[]