UMAR bin Khattab adalah salah satu sahabat Nabi Muhammad Shallalahu alaihi wa sallam yang juga merupakan seorang khalifah. Umar dikenal dengan kemuliaan yang dilakukan semasa hidup.

Ada satu kisah yang menceritakan kemuliaan beliau ketika masih hidup. Hal ini sebagaimana dipaparkan Ustadz Dr Khalid Basalamah, ulama lulusan Arab Saudi.

Kala itu Umar bin Khattab keluar berjalan-jalan di pinggir Kota Madinah. Kondisinya sudah cukup malam.

Di sana Umar bin Khattab melewati seorang laki-laki Arab Badui. Biasanya orang Arab Badui atau padang pasir ini berpindah-pindah tempat tinggalnya, tidak menetap.

Ketika Umar bin Khattab lewat, orang badui ini sedang menancapkan kayu untuk tali tenda yang akan dibuatnya. Laki-laki tersebut tidak mengetahui bahwa orang yang melewatinya adalah Khalifah Umar bin Khattab, karena kondisinya memang sangat gelap.

Umar memberikan salam kepada laki-laki tersebut dan dijawab pula olehnya, “Waalaikumsallam warahmatullah.”

Umar bin Khattab pun bertanya kepada lelaki itu, siapakah dia? Ternyata ia adalah musafir, seorang badui yang tinggal di padang pasir. Lelaki ini ingin beristirahat karena hari sudah malam.

Tetapi Umar mendengar suara perempuan merintih kesakitan dari dalam tenda. Ketika ditanya, lelaki ini malu menjawab dan berkata, “Sudah tidak usah kau tanya.” Namun, Umar tetap bertanya karena ingin membantu.

Ternyata di dalam tenda itu ada istri dari lelaki badui tersebut dan sedang ingin melahirkan. Tidak ada seorang pun yang membantu. Laki-laki badui ini juga tidak tahu cara menangani perempuan yang hendak melahirkan.

“Apakah kamu mau saya mendatangkan seseorang dari Madinah untuk membantu istrimu melahirkan?” Dan tentu saja lelaki ini menerima bantuan dari Umar.

Laki-laki Badui ini sama sekali tidak tahu bahwa orang tersebut adalah Umar bin Khattab, di mana pada masa itu ia adalah seorang pemimpin atau raja.

Umar pulang untuk memanggil istrinya agar ingin membantu perempuan yang ingin melahirkan di padang pasir tersebut. Istri Umar adalah Ummu Khultsum, putri dari Ali bin Abi Thalib yang merupakan cucu Rasulullah Shallallahu alaihi wa sallam.

“Wahai cucu Rasulullah, maukah engkau mendapatkan pahala dari membantu seorang perempuan Muslimah melahirkan di ujung Kota Madinah dan tidak ada yang bantu?” tanya Umar bin Khattab.

“Tentu saja,” jawab istri Umar.

Sebelumnya

1

2

Akhirnya Amirul Mukminin Umar bin Khattab jalan berdua bersama permaisurinya di tengah malam menuju tenda orang-orang Arab Badui itu.

Lalu istri Umar langsung masuk ke tenda dan membantu perempuan itu melahirkan. Sementara Umar dan lelaki badui tersebut duduk berdua dan mengobrol, sambil menunggu proses melahirkan selesai.

Tidak sengaja istri Umar memanggil suaminya dengan “Wahai Amirul Mukminin” bahwa ia ingin menyampaikan jika bayinya sudah lahir dengan normal.

Seketika lelaki badui ini turun dari tempat duduknya dan ketakutan ketika mendengar bahwa yang membantunya adalah Umar bin Khattab.

“Tenang dan duduklah. Ini sudah menjadi kewajiban saya,” kata Umar.

Umar meminta lelaki badui tersebut datang ke rumahnya di baitulmal untuk diberikan hakam.

Inilah kisah mulianya Umar bin Khattab yang memiliki motivasi membantu orang di tengah malam, karena tahu ini akan mendapat ganjaran pahala besar untuk di akhirat kelak.

“Orang yang memiliki motivasi akhirat memiliki target ‘Qulu ma’rufin sadaqah’, kata Rasulullah. Semua perbuatan baik, pikiran baik, niat baik, langkah kaki baik, semuanya baik. Nanti kalau ada manfaat duniawi, itu lain lagi, yang penting bagaimana target akhiratnya dulu, karena pahalanya sangat besar,” ungkap Ustadz Dr Khalid Basalamah, dikutip dari akun Youtube-nya, Jumat (17/7/2020).

Ia menegaskan, mengejar manfaat duniawi tidak ada sandingannya dibanding pahala akhirat, maka itu amalkanlah perbuatan seperti Umar bin Khattab dan istrinya agar setiap Muslimin mendapat pahala di dunia dan khususnya di akhirat nanti.

Wallahu a’lam .

(han)

2

2