Senin, 20/07/2020 12:24 WIB

Ilustrasu Umar Bin Khattab. (Sigijateng.id).

Jakarta, law-justice.coKhalifah Umar bin Khattab memberikan arahan kepada kaum Muslimin soal pemilihan khalifah penggantinya saat menjelang meninggal dunia dan dalam keadaan sekarat karena ditikam oleh seorang budak Persia.

Salah satu arahan yang paling penting itu adalah, dia melarang anak-anaknya menjadi pejabat dan khalifah.

Padahal, beberapa kaum Muslimin yang hadir mendengar arahan Umar itu, menyarankan kepada Umar bin Khattab untuk memilih anaknya, Abdullah bin Umar sebagai penggantinya.

“Ya Amirul Mukminin, anak paduka itu lebih layak menerima jabatan khalifah ini, jadikan sajalah dia menjadi khalifah, kami akan menerimanya,” kata sebagian Muslimin pada saat itu seperti melansir republika.co.id.

Namun, Umar menjawab hal itu dengan tegas dan melarang anak keturunannya mengemban jabatan itu.

“Tidak ada kaum keturunan Al Khattab hendak mengambil pangkat khalifah ini untuk mereka, Abdullah tidak akan turut memperebutkan pangkat ini.” tegas Khalifah Umar.

Setelah itu, Umar bin Khattab menoleh ke arah Abdullah bin Umar, anaknya. “Anakku Abdullah, sekali-kali jangan, sekali-kali jangan engkau mengingat-ingat hendak mengambil jabatan ini!”

“Baiklah ayah,” jawab Abdullah bin Umar.

Wasiat dari ayahnya ini, dipatuhi oleh Abdullah bin Umar. Sehingga, sampai kepada masa perebutan khalifah di antara Ali dan Muawiyah, Abdullah menjadi sosok yang netral.

( Editor )