Kisah Nabi Daud AS Wafat dalam Kondisi Bersujud

Ibnu Abbas mengatakan bahwa, “Daud wafat secara tiba-tiba pada hari Sabtu. Jenazahnya dinaungi oleh sayap burung.” Kemudian As-Saddi juga meriwayatkan dari Abbu Malik dan dari Sa’id bin Jubai, dia berkata, “Daud wafat pada hari Sabtu secara tiba-tiba,”. Namun dalam riwayat lain, menyebutkan bahwa Nabi Daud wafat pada hari Rabu.

Dalam Musnad Ahmad disebutkan, dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda:

“Daud adalah seorang nabi yang memiliki kecemburuan besar. Apabila beliau keluar rumah, selalu mengunci pintu-pintu rumahnya, sehingga tidak seorang pun yang dapat menemui keluarga (istrinya) hingga beliau kembali pulang.

Pada suatu hari, beliau keluar rumah dan segera menutup pintu rumahnya. Istrinya melihat-lihat di dalam rumahnya. Lalu ia bertanya dalam hatinya,

‘Siapa yang ada di dalam rumah? Darimana ia bisa masuk ke dalam rumah, padahal semua pintu sudah terkunci rapat? Sungguh, aku akan melaporkannya pada (suamiku) Daud.’

Kemudian Daud datang dan tiba-tiba lelaki itu ada di tengah-tengah rumahnya. Lalu Daud bertanya, ‘Siapa engkau?’.

Ia menjawab, ‘Aku adalah makhluk yang tidak takut sedikitpun kepada raja dan tidak ada satu dinding pun yang dapat menghalangiku’.

Daud berkata, ‘Kalau begitu, engkau adalah malaikat maut. Selamat datang dengan perintah Allah yang engkau bawa’. Beberapa saat selanjutnya, malaikat maut mencabut nyawa Daud.”

Sebagian para perawi hadist juga meriwayatkan bahwa malaikat maut datang menemui Daud saat sedang turun dari mihrabnya. Lalu, Daud berkaya kapada malaikat maut, “Tunggu sebentar, sampai aku naik atau turun terlebih dahulu.”

Malaikat maut berkata, “Waktu (ajal)-mu telah habis,”. Setelah itu, Daud tersungkur sujud dan nyawanya dicabut dalam kondisi bersujud.