Kisah Sayyidina Hasan Meriwayatkan Hadits Sejak Usia Tujuh Tahun

[responsivevoice_button voice="Indonesian Female" buttontext="Audio Baca"]

Sayyidina Hasan dan Husain Radhiyallahu anhu merupakan cucu kesayangan Rasulullah. Keduanya telah menuntut ilmu dari Rasulullah ketika masih kanak-kanak sehingga mampu meriwayatkan beberapa hadist Rasulullah.

Syaikhul hadits Maulana Muhammad Zakariyya Al Kandahlawi dalam kitabnya Fadhilah Amal mengatakan, menurut kebanyakan ulama, bahwa Sayyidina Hasan lahir pada bulan Ramadan tahun ketiga Hijriah.

Berdasarkan keterangan itu, ketika Baginda Nabi SAW wafat usia Sayyidina Hasan baru tujuh tahun lebih beberapa bulan. Apa yang bisa diperbuat oleh anak kecil berusia tujuh tahun dalam hal keilmuan? “Ia mampu meriwayatkan beberapa hadist Baginda Nabi Muhammad SAW,” katanya.

Syekh Abu Haura, Rahmatullah alaih, pernah bertanya kepada Sayyidina Hasan “Apakah engkau teringat sabda Baginda Rasulullah? ia menjawab,” Ya. Suatu ketika aku sedang berjalan-jalan dengan Baginda Rasulullah SAW. Lalu, kami menjumpai setumpuk kurma sedekah. Kemudian aku mengambil sebuah kurma dan meletakkannya di Mulutku titik lantas beliau bersabda, “Akh! Akh! Sambil mengeluarkan kurma terdiri dari mulutku. Beliau bersabda , “Kita tidak boleh memakan harta sedekah.”

“Aku pun belajar masalah shalat lima waktu dari Baginda Nabi (dari kitab Musnad Ahmad).

Sayyidina Hasan juga berkata, “aku diajari doa qunut dalam shalat witir oleh Baginda Rasulullah SAW. Doa qunut yang diajarkan Nabi Muhammad sebagai berikut.

” Ya Allah, Tunjukilah aku bersama orang yang telah engkau beri petunjuk. Sentosakanlah aku bersama golongan orang yang telah engkau beri kesentosaan. Peliharalah aku bersama orang yang telah Engkau pelihara. Berkahilah aku dengan apa yang Engkau berikan. Hindarkanlah aku dari keburukan qadhamu perkara yang telah engkau putuskan. Sesungguhnya Engkau maha memutuskan dan tiada yang dapat memberi keputusan kepada-Mu. Sesungguhnya tidak akan hina orang yang Engkau sayangi. Maha berkah zat dan Maha Tinggi ya Tuhan kami.”

Pengajaran lain yang diterima Sayyidina Hasan adalah. “Aku mendengar Baginda Rasulullah SAW bersabda. “Barang siapa setelah shalat subuh tetap duduk di tempatnya sampai terbit matahari, maka Allah SWT akan menghindarkan dirinya dari api neraka.”

Sayyidina Hasan juga menyampaikan telah berkali-kali pergi haji dengan berjalan kaki. Lalu seseorang bertanya,” Mengapa engkau pergi haji tidak naik kendaraan? “Ia menjawab,” aku malu, jika setelah mati nanti bertemu Allah SWT sedangkan aku belum pergi ke rumahnya dengan berjalan kaki.

“Ia terkenal sangat lembut dan wara. Dalam Musnad Ahmad, terdapat beberapa hadis yang diriwayatkannya. Pengarang kitab talqih, memasukkannya ke dalam daftar para sahabat Radhiyallahu anhum yang meriwayatkan 13 hadist.

Syekh Maulana Muhammad Al kandahlawi mengatakan apa yang dapat dilakukan oleh anak pada usia 7 tahun tanda-tanda namun, saat berusia semudah itu Sayyidina Hasan mampu mengingat sejumlah hadits sekaligus meriwayatkannya menurut dia hal itu menunjukkan kemampuan menghafal yang tinggi dan semangat yang luar biasa.

“Tapi sayang kita kini tidak mengajarkan ilmu agama kepada anak-anak kita yang sudah berumur tujuh tahun walaupun ilmu-ilmu yang ringan,” katanya.