Ibadah haji dan berkurban di Idhuladha merupakan syariat Islam yang dinisbatkan kepada Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Dari kisah keduanya lah perintah berkurban bagi umat Islam ditetapkan.

Anjuran berkurban dengan memotong hewan ternak, bermula saat Nabi Ibrahim mendapatkan wahyu melalui mimpi untuk menyembelih putra kesayangannya, Nabi Ismail. Ia pun kemudian menceritakan mimpinya kepada Nabi Ismail, untuk menyembelihnya.

Dengan penuh ketaatan, Nabi Ismail pun menyerahkan nyawanya untuk disembelih sebagai bukti keimanannya kepada Allah. Kisah ini pun termaktub dalam Al-Qur’an surat As-Saffat ayat 2.

Artinya : “Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata: “Hai anakku sesungguhnya aku melihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka fikirkanlah apa pendapatmu!” Ismail Berkata: “Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu; Insya Allah kamu akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sabar” .

Keduanya pun kemudian menyiapkan segalanya untuk proses penyembelihan. Dengan penuh ketaatan, kesabaran, dan keimanan kepada Allah, Nabi Ibrahim dan Ismail siap melaksanakan perintah tersebut.

Dalam kondisi siap disembelih, Nabi Ismail meminta kepada sang ayah agar tidak memandang wajahnya. Namun, sebelum pisau menempel di leher Nabi Ismail, Allah berfirman bahwa perintah menyembelih Nabi Ismail hanyalah ujian keimanan. Allah pun kemudian mengirimkan seekor kambing untuk disembelih sebagai pengganti Nabi Ismail.

Artinya : “Dan Kami tebus anak itu (Ismail) dengan seekor sembelihan yang besar,” (Surat As-Saffat ayat 7).

Dari kisah tersebutlah kemudian berkurban di Idhuladha disunahkan bagi setiap muslim. Beberapa hikmah yang bisa diambil dari kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ialah sebagai berikut.

1. Kecintaan kepada Allah harus lebih besar dibandingkan kepada anak dan istri

2. Seorang muslim adakalanya mendapatkan ujian berat untuk menguji keimanannya

3. Wajib seorang anak taat kepada orang tua dalam hal kebaikan

4. Disunahkan berkurban bagi yang mampu sebagai ketaatan

5. Ada balasan kebaikan di balik setiap ujian

Demikianlah kisah tauladan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail menjalankan perintah Allah yang cukup berat demi ketaatan.

Wallahu a’lam bishawab!