Mengenal Mereka yang Pernah Menjadi Pembantu Nabi Muhammad SAW

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang sangat penyayang dan mencintai umatnya. Selama masa perjuangannya dalam memperkenalkan ajaran Allah SWT, beliau selalu menunjukkan kasih sayang dan cintanya kepada para sahabat.

Dari sikapnya itulah, para sahabat dan umat-umat Muslim yang mengenalnya selalu berebut untuk menyampaikan rasa cintanya kepada Nabi Muhammad SAW.

Dalam sejarah Islam, Nabi Muhammad SAW menjadi suri tauladan yang baik bagi para pengikutnya. Selain dikenal memiliki cinta kasih yang besar kepada sahabat, beliau juga dikenal sebagai sosok yang tidak pernah membedakan orang dari statusnya. Nabi Muhammad SAW yang diketahui memiliki banyak pembantu pun tidak pernah sekalipun membeda-bedakan mereka. Bahkan, mereka kerap dibelanjakan hal yang Nabi Muhammad SAW juga belanjakan. Baik itu makanan maupun pakaian.

1. Anas bin Malik

Dialah orang yang mengabdikan hidupnya untuk melayani Nabi Muhammad SAW selama sekitar 10 tahun. Berasal dari Bani An-Najjar, Anas bin Malik sudah melayani semua kebutuhan Nabi Muhammad SAW sejak ia masih kecil, yakni berusia 10 tahun.

2. Abdullah bin Mas’ud

Pelayan Nabi Muhammad SAW selanjutnya adalah Abdullah bin Mas’ud. Dia bekerja mendampingi Nabi Muhammad SAW seperti sandal dan kaki manusia, Abdullah akan selalu mengikuti ke mana pun beliau pergi. Membangun ketika hendak salat, menyediakan air untuk mandi, mengambil sandal ketika hendak pergi, membawakan tongkat dan siwak, dan menutup pintu kamar jika Nabi Muhammad SAW akan tidur.

Nabi Muhammad SAW saja sangat memercayakan segala hal, bahkan rahasia sekalipun. Maka dari itu Abdullah bin Mas’ud dijuluki sebagai “Shihabus Sirri Rasulullah” atau pemegang rahasia Rasulullah.

3. Uqbah bin Amir Al-Juhani

Uqbah bin Amir Al Juhani merupakan seorang penggembala yang sangat menyanyangi domba-dombanya dan hanya itulah yang ia miliki dari kehidupan dunia ini. Hingga pada akhirnya dia bertemu dengan Nabi Muhammad SAW yang sedang berhijrah ke Madinah dan meminta beliau untuk membaiatnya. Singkat cerita, Uqbah menjadi salah satu pembantu Nabi Muhammad SAW yang bertugas menuntun bighal beliau selama perjalanan.

4. Asla bin Syarik

Selain Uqbah bin Amir Al-juhani, Anas bin Malik, dan Abdullah bin Mas’ud, nama Asla bi Syarik masuk dalam daftar pelayan Nabi Muhammad SAW. Jika Uqbah bin Amir Al-Juhani bertugas untuk menuntun bighal Nabi Muhammad SAW, maka Asla lah yang bertugas untuk mengurus semua hewan-hewan kendaraan milik beliau.

5. Bilal bin Rabah

Berasal dari Habsyah dan termasuk sahabat serta pelayan Nabi Muhammad SAW yang berkulit gelap, ia merupakan muadzin pertama yang mendapatkan kepercayaan langsung dari Nabi Muhammad SAW untuk mengumandangjan adzan sebagai penanda waktu salat telah tiba. Istimewanya lagi, suara sandalnya pun dapat didengar oleh Nabi Muhammad SAW di surga.

Sebelum masuk Islam , Bilal merupakan seorang budak dari Umayah. Siksaan berat diberikan kepada Bilal untuk kembali menyembah latta dan Uzza ketika dirinya masuk Islam. Namun, Bilal tak goyah terhadap beratnya siksaan yang diterima dan tidak meninggalkan Islam.

6. Ummu Aiman

Ummu Aiman adalah pelayan di keluarga Abdullah bin Abdul Muthalib, yakni ayah kandung dari Nabi Muhammad SAW. Dia pula lah, wanita yang menjadi ibu kedua dari Nabi Muhammad SAW.

Nabi Muhammad SAW bersabda, “Ummu Aiman adalah ibuku sesudah ibuku.”

Dalam kisahnya, Ummu Aiman sangat menyukai segala sesuatu yang disenangi oleh Nabi Muhammad dan bersedih ketika ada sesuatu yang membuat ia bersedih. Sosok yang pernah memasang badan untuk membela Nabi Muhammad dalam Perang Uhud ini selalu bertugas menuangkan air ketika nabi berwudu dan bersuci dari hajat.

7. Rabbah Al-Aswad

Rabbah Al-Aswad merupakan seorang budak yang sudah Nabi Muhammad SAW merdekakan. Dia pula yang beralih menjadi pelayan Nabi Muhammad dan bertugas sebagai pengawal dan asistennya.

8. Abu Musa Al-Asy’ari

Bernama asli Abdullah bin Qais bin Sulaim al-Asy’ari, Abu Musa merupakan seorang pelayan sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW yang berasal dari Zabid, Yaman. Sebagai pelayan Nabi Muhammad SAW dan tanpa diminta, Abu Musa bertekad untuk bertugas menjadi penjaga pintu rumah.

9. Adh-Dhahak bin Suyfan

Selama berperang berjuang membela Islam, Nabi Muhammad SAW diketahui memiliki banyak pedang yang menjadi saksi bisu perjuangan beliau. Salah satunya adalah pedang yang bernama Al-Ma’thur al Fijar. Pedang yang diterima Nabi Muhammad SAW sebelum menerima wahyu sekaligus pemberian dari ayahnya, yaitu Abdullah bin Abdul Muthalib.

Untuk menjaga dan merawat semua pedang-pedangnya, ada salah seorang sahabat dan pelayan Nabi Muhammad SAW yang bertugas untuk melakukan hal tersebut. Dia bernama Adh-Dhahak bin Suyfan.

10. Dzur bin Abi Dzur Al-Ghifari

Sahabat dan pelayan Nabi Muhammad SAW selanjutnya adalah Dzur bin Abi Dzur Al-Ghifari.

Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai sosok yang penyayang binatang. Beliau pun memiliki seekor kucing kesayangan bernama Muezza. Nah, terkait hal ini, Dzur bin Abi Dzur Al-Ghifari yang merupakan seorang pelayan Nabi Muhammad SAW, ia bertugas untuk memerah susu unta. Dalam hal ini pula, tak banyak yang mengisahkan kenapa Dzur bin Abi Dzur Al-Ghifari bisa menjadi pelayan Nabi Muhammad SAW yang bertugas memerah susu unta.

11. Mu’aiqib bin Abu Fathimah

Ia termasuk kaum Muslimin yang berhijrah ke Habasyah, dilanjutkan ke Madinah, menyusul kaum Muhajirin yang terlah berhijrah ke sana lebih dulu.

Pada masa kekhalifahan Abu Bakar Ash Shiddiq dan Umar bin Khattab, Mu’aiqib bin Abu Fathimah dipercaya sebagai penanggungjawab Baitul Mal (pihak yang menangani setiap harta benda kaum Muslimin) dan memegang cincin Nabi Muhammad SAW.

12. Qais bin Sa’ad bin Ubadah

Ia merupakan putra pemimpin suku Khazraj di Yastrib, Madinah dan menjadi seorang Muslim sejak belia. Namanya begitu baik dikenal masyarakat karena kedekatannya dengan Nabi Muhammad SAW.

Qais bin Sa’ad bin Ubadah berasal dari kaum Anshar yang dikenal sangat cerdas dan dermawan. Anas bin Malik pernah berkata bahwa kedudukan Qais bin Sa’ad bin `Ubadah di sisi Nabi tidak ubahnya seperti seorang ajudan.

Itulah sederet para pembantu atau pelayan Nabi Muhammad SAW yang setia dan mengabdi kepadanya semasa hidup.