PORTAL JEMBER – Bulan Dzulhijjah dikenal sebagai bulan ditunaikannya ibadah haji yang termasuk salah satu rukun Islam.

Selain berbagai keutamaan beribadah di bulan ini, sejumlah kejadian penting dalam sejarah umat Islam juga terjadi di bulan Dzulhijjah .

Memasuki bulan Dzulhijjah tahun 1441 Hijriah, berikut adalah 9 kejadian penting di bulan Dzulhijjah untuk menambah wawasan dan keimanan seorang Muslim.

Beberapa kejadian tersebut dirangkum PORTAL JEMBER dari kitab Durrat al-Nasihin yang dikutip oleh Islami.co pada 18 Agustus 2018.

Nabi Adam yang telah melakukan kesalahan dengan memakan buah terlarang diturunkan Allah SWT dari surga ke bumi bersama istrinya Hawa.

Pada tanggal 1 Dzulhijjah , kesalahan dua insan yang pertama kali menginjak bumi itu diampuni oleh Allah SWT.

Oleh karena itu, seperti halnya Nabi Adam yang digoda oleh Iblis, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 1 Dzulhijjah akan diampuni dosa-dosa kecilnya oleh Allah SWT.

2. Nabi Yunus Dikeluarkan dari Dalam Perut Ikan

Nabi Yunus ditakdirkan Allah SWT untuk dimakan ikan besar setelah meninggalkan kaumnya yang menolak dakwah Nabi Yunus.

Di dalam perut ikan tersebut, Nabi Yunus melantunkan doa yang diabadikan dalam Al-Qur’an hingga Allah SWT mengabulkan doa itu pada tanggal 2 Dzulhijjah dan mengembalikan Nabi Yunus ke daratan.

Oleh karena itu, pahala bagi siapa yang berpuasa pada tanggal 2 Dzulhijjah mendapat pahala yang sebanding dengan puasa selama setahun tanpa mendurhakai Allah SWT.

3. Doa Nabi Zakaria Dikabulkan

Nabi Zakaria pantang menyerah untuk berdoa kepada Allah SWT agar istrinya yang mandul melahirkan seorang putra.

Berkat kesabaran dan kegigihan Nabi Zakaria dalam menghadapi ujian, Allah SWT akhirnya mengabulkan doa Nabi Zakaria itu pada tanggal 3 Dzulhijjah saat umurnya sudah 120 tahun.

Oleh karena itu, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 3 Dzulhijjah , Allah SWT dapat mengabulkan segala permohonannya.

4. Maryam Melahirkan Nabi Isa

Malaikat Jibril telah mengabarkan kepada Maryam dalam surat Ali Imran ayat 42-47 bahwa dia akan melahirkan anak laki-laki yang suci.

Maryam awalnya terkejut, terlebih saat kebenaran perkataan malaikat Jibril terbukti dengan kehamilannya dan ia pun dicemooh oleh masyarakat.

Pada tanggal 4 Dzulhijjah , Nabi Isa lahir dan barang siapa yang berpuasa pada tanggal tersebut, Allah akan menghilangkan segala kesusahan hidup dan kefakirannya serta mengumpulkannya bersama orang-orang yang mulia kelak di hari kiamat.

5. Nabi Musa Lahir dan Diasuh di Lingkungan Fir’aun

Sebagaimana diketahui, Nabi Musa lahir pada saat Fir’aun menerapkan kebijakan untuk membunuh semua anak laki-laki di Mesir.

Ibu Nabi Musa yang telah melahirkannya pada tanggal 5 Dzulhijjah menghanyutkan Nabi Musa di sungai Nil dan kemudian ditemukan oleh Asiyah, istri Fir’aun.

Oleh karena itu, barang siapa yang berpuasa pada tanggal 5 Dzulhijjah akan dihindarkan dari siksa kubur dan sifat munafik.

Allah SWT membukakan pintu kebaikan kepada Rasulullah SAW pada tanggal 6 Dzulhijjah . Oleh karena itu, barang siapa yang berpuasa di tanggal tersebut akan terhindar dari siksa selama-lamanya dan Allah akan menurunkan rahmat untuknya.

7. Pintu-Pintu Neraka Ditutup dan Dikunci

Pada tanggal 7 Dzulhijjah , pintu-pintu neraka ditutup dan dikunci oleh Allah SWT dan kembali dibuka setelah tanggal 10 Dzulhijjah .

Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 7 Dzulhijjah , ia akan terhindar dari 30 pintu kesusahan dan dibukakan 30 pintu kemudahan.

8. Allah Perintahkan Nabi Ibrahim untuk Membangun Ka’bah

Pada tanggal 8 Dzulhijjah , Allah SWT memerintahkan pembangunan Ka’bah kepada Nabi Ibrahim yang setelah diselesaikan membuat Nabi Ibrahim merenungi apakah yang dilakukan mendapat pahala atau tidak.

Oleh karena itu, tanggal 8 Dzulhijjah dikenal sebagai yaum al-tarwiyah yang artinya hari merenung dan berpikir. Di tanggal itu pula, Nabi Ibrahim memikirkan tentang mimpinya menyembelih Nabi Ismail, apakah itu berasal dari Allah SWT dan hanya godaan setan.

Barang siapa yang berpuasa pada tanggal 8 Dzulhijjah , Allah SWT akan memberinya pahala dengan nilai yang hanya diketahui Allah SWT.

9. Nabi Ibrahim yakin Mimpinya dari Allah SWT

Pada tanggal 9 Dzulhijjah , Nabi Ibrahim akhirnya yakin bahwa mimpinya itu adalah perintah dari Allah SWT dan Nabi Ismail pun merelakan dirinya jika itu memang datang dari Allah.

Hari itu disebut sebagai Arafah karena tempat Nabi Ismail yang hendak disembelih Nabi Ibrahim dinamakan Arafah.

Barang siapa yang berpuasa pada hari tersebut, maka Allah akan mengampuni dosa-dosanya selama setahun yang lalu dan setahun yang akan datang. ***